jump to navigation

Nilai Akhir Statistik Untuk EI 6 2008 Agustus 7, 2008

Posted by suaraterpuji in Uncategorized.
add a comment

Setelah proses perkuliahan dan penilaian dilakukan maka nilai mahasiswa pada mata kuliah STATISTIK EKONOMI program studi Ekonomi Islam fakultas Syariah IAIN Mataram Semester VI tahun akademik 2007/2008 dapat dilihat pada tabel (gambar di bawah ini:


pada penilaian partisipasi secara berurutan berkaitan dengan:

1. Praktik analisis statistik deskriprif

2. Interpretasi output statistik deskriptif

3. Pembuatan hipotesis

4. Membuat masalah dengan mengqiaskan

5. Praktek analisis dengan t Test : Paired two sample for means

6. Membuat Hipotesis ANOVA : Single Factor

7. Membuat Grafik dan kesimpulan ANOVA : Single Factor

8. Membuat Hipotesis ANOVA Two Factor Without Replication

9. Membuat Grafik dan kesimpulan ANOVA : Two Factor Without Replication

10. Contoh Masalah Regresi Liniear Sederhana

11. Membuat Hipotesis z Test

Penilain tugas mingguan secara berurutan berkaitan dengan:

1. Pengumpulan data Statistik Ekonomi

2. Latihan Statistik Deskriptif

3. Latihan Interpretasi Statistik Deskriptif

4. Latihan Analisis t Test Two Sample Assuming Equal Variance

5. Latihan Analisis dengan z Test Two Samples for Mean

6. ANOVA Single Factor

Bagi mahasiswa yang tidak puas dengan nilai yang diperoleh dapat menghubungi dosen pengampu melalui email, tanggapan langsung pada blog ini, atau telp/sms ke 087865227606

untuk dapat mengkopy gambar tentang nilai tersebut Anda klik kanan pada gambar nilai lalu pilih save link As …. dan simpan di Hard drive Anda.

Demikian dan terima kasih

Hormat saya,

Syamsuddin Sirah, M.Pd

Secercah Harapan Masa Depan Dengan Memberikan Pendidikan Pada Anak Usia Dini Juni 6, 2008

Posted by suaraterpuji in Opini.
add a comment

Oleh : Syamsuddin Sirah, M.Pd

Pendidikan sebagai salah satu bentuk investasi masa depan bangsa masih saja dirasakan tertinggal dari negara-negara berkembang saat ini. berdasarkan hasil penilaian …. tahun, Indonesia berada pada posisi ke 117 (dua tingkat di bawah vietnam yang merdeka 10 tahun setelah Indonesai merdeka.

IPM NB 5 tahun terakhir….

kebijakan pendidikan nasional silih berganti dari tahun ke tahun (deskripsikan 1 persatu)
kebijakan-kebijakan tersebut masih berorientasi pada solusi insedental …..

dengan adanya kebijakan PAUD akan menjadi solusi undamental dalam menyelesaikan kemelut bangsa dewasa ini.

Mewujudkan Anak Yang Sehat, Cerdas, Ceria, Mandiri dan Berakhlaq Mulia melalui PAUD Juni 6, 2008

Posted by suaraterpuji in Opini.
add a comment

Oleh : Puji Hastuti, A.Ma

Fenomena keterbelakangan saat ini terjadi di semua lini kehidupan baik dari tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Di tingkat Nasional Indonesia yang telah mengikrarkan kemerdekaannya tahun 1945 (63 tahun silam), dilihat dari kemampuan sains berada pada urutan 107 atau 9 tingkat di bawah vietnam yang baru merdeka jauh setelah negara kita.

Di tingkat Daerah, Nusa Tenggara Barat dilihat dari IPM berada pada urutan ke 32 dari 33 propinsi di Indonesiapada tahun 2006. keterbelakangan tersebut disebabkan oleh minimnya perhatian dalam pelayanan pendidikan karena pendidikan menjadi penentu bagi semua sektor yang lain termasuk juga sektor ekonomi dan kesehatatan yang menjadi indikator IPM.

solusi?

Politik Tuan Guru : Subyek Vs Obyek April 20, 2008

Posted by suaraterpuji in Opini.
Tags:
3 comments

Oleh : Syamsuddin Sirah

Tuan Guru” dalam arti bahasa berarti guru agama yang telah menunaikan ibadah haji. Dengan demikian maka bagaimanapun ketokohannya dalam bidang agama tetapi belum menunaikan ibadah haji maka gelar sosial yang diberikan oleh komunitasnya sebatas “ustaz“. Sedangkan dari segi istilah diartikan sebagai gelar sosial yang diberikan kepada seseorang karena ketokohannya dalam bidang agama Islam. dalam bahasa Jawa dan Indonesia dikenal dengan sebutan Kiyai.

Tentunya seorang yang diberikan gelar Tuan Guru memiliki jama’ah sendiri, yaitu kelompok masyarakat yang memberikan gelar sosial tersebut dan memiliki loyalitas tinggi. karena Tuan Guru dilihat memiliki massa yang banyak dan dapat mempengaruhi orang banyak maka seorang Tuan Guru dapat dijadikan sebagai kuda tunggangan bagi para politisi dan pesan-pesan politikpun dapat disampaikan oleh para tuan guru. Dalam hal inilah maka tuan guru sebagai obyek politik.

Dalam perjalanannya tuan guru sebagai obyek politik hanya berperan pada ranah pemberi pertimbangan dalam penentuan kebijakan para politisi sedangkan penerima manfaat kebijakan tersebut tidak hanya untuk tuan guru saja tetapi juga sedikit sekali untuk mereka. kalau ditimbang maka pemanfaattannya untuk tuan guru dan jamaahnya tidaklah seimbang.

lain halnya jika tuan guru menjadi subyek politik atau aktornya maka tuan guru dituntut untuk memiliki kemampuan yang ganda yaitu kapasitas sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dan kemasyarakatan walaupun tuan guru berada di tengah-tengah masyarakat yang majmuk. jika dalam posisi ini maka tuan guru tidak lagi menjadi kuda tunggangan tetapi dialah yang akan menunggang.