Politik Tuan Guru : Subyek Vs Obyek April 20, 2008
Posted by suaraterpuji in Opini.Tags: Politik
trackback
Oleh : Syamsuddin Sirah
“Tuan Guru” dalam arti bahasa berarti guru agama yang telah menunaikan ibadah haji. Dengan demikian maka bagaimanapun ketokohannya dalam bidang agama tetapi belum menunaikan ibadah haji maka gelar sosial yang diberikan oleh komunitasnya sebatas “ustaz“. Sedangkan dari segi istilah diartikan sebagai gelar sosial yang diberikan kepada seseorang karena ketokohannya dalam bidang agama Islam. dalam bahasa Jawa dan Indonesia dikenal dengan sebutan Kiyai.
Tentunya seorang yang diberikan gelar Tuan Guru memiliki jama’ah sendiri, yaitu kelompok masyarakat yang memberikan gelar sosial tersebut dan memiliki loyalitas tinggi. karena Tuan Guru dilihat memiliki massa yang banyak dan dapat mempengaruhi orang banyak maka seorang Tuan Guru dapat dijadikan sebagai kuda tunggangan bagi para politisi dan pesan-pesan politikpun dapat disampaikan oleh para tuan guru. Dalam hal inilah maka tuan guru sebagai obyek politik.
Dalam perjalanannya tuan guru sebagai obyek politik hanya berperan pada ranah pemberi pertimbangan dalam penentuan kebijakan para politisi sedangkan penerima manfaat kebijakan tersebut tidak hanya untuk tuan guru saja tetapi juga sedikit sekali untuk mereka. kalau ditimbang maka pemanfaattannya untuk tuan guru dan jamaahnya tidaklah seimbang.
lain halnya jika tuan guru menjadi subyek politik atau aktornya maka tuan guru dituntut untuk memiliki kemampuan yang ganda yaitu kapasitas sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dan kemasyarakatan walaupun tuan guru berada di tengah-tengah masyarakat yang majmuk. jika dalam posisi ini maka tuan guru tidak lagi menjadi kuda tunggangan tetapi dialah yang akan menunggang.
Tuan Guru berpolitik harus dapat menunjukkan politik yang baik dan bersih dan teladan dalam berpolitik. kalau demikian adanya baru bisa dikatakan bahwa islam yang sebenarnya
Yup, setuju. Semoga bisa menjadi rahmatan lil ‘alamin
pak ni kami anak as smstr 2 boleh nayak yang mana tugasnya itu??????.bahri stiawan gigih